Profile

  • Organization
    Purdue University

  • Telephone
    (not set)

  • Interests
    (not set)

  • Address
    (not set)

  • Biography
    Buat kamu yang semasa sekolah kurang terpapar oleh keberagaman atau nggak punya banyak kesempatan mengeksplorasi hal-hal baru, masa kuliah adalah “surga” buat kamu.

    Yup, kamu bisa manfaatkan 4 tahun masa kuliahmu untuk mencoba berbagai kegiatan sebanyak-banyaknya, serta menentukan mana yang sebenarnya kamu minati atau tidak kamu minati setelah benar-benar mencobanya.

    Itulah mengapa dalam proses mengenali minat, nggak afdol rasanya kalau nggak dibarengi dengan eksplorasi kegiatan sebanyak-banyaknya. Kamu bakalan merugi kalau kamu sampai nggak memanfaatkan waktu kuliahmu untuk aktif di berbagai kegiatan dalam atau luar kampus: entah itu organisasi, kepanitiaan, kursus, atau bahkan kompetisi dan perlombaan.

    Mengenal minat di masa-masa kuliah https://www.pmbuntar.com/beasiswa-untuk-mahasiswa-s1/ adalah proses yang sangat krusial—terutama karena kamu sudah harus memikirkan jalan kariermu di masa depan dengan serius. Artinya, perencanaan karier yang kamu lakukan di masa kuliah haruslah jauh lebih konkrit dan terarah dibanding masa-masa SMA yang masih penuh dengan hal-hal normatif seperti “harus lebih rajin belajar” atau “perbanyak baca buku”. Maksudnya, kalau harus lebih banyak belajar, belajar ilmu dan kemampuan apa? Kalau harus perbanyak baca buku, baca buku yang memuat informasi dan pengetahuan mengenai apa?

    Oya, dalam menggali minat semasa kuliah, cobalah untuk tidak terlalu terikat dengan program studi kuliah yang sedang kamu jalani saat ini, ya, gaes. Misalnya, kalau kamu mahasiswa Pendidikan Dokter, nggak ada salahnya kalau kamu menggali minat di bidang ekonomi dengan bergabung ke business unit di Himpunan Kemahasiswaan. Nggak ada juga yang melarang anak fakultas ilmu budaya untuk komunitas pecinta alam. Kalau emang kamu penasaran dan mau mencoba, go for it.

    Kamu juga harus tahu kalau minat tidaklah sama dengan passion. Passion sifatnya jauh lebih menetap, nggak seperti minat yang bisa saja berubah atau bahkan hilang seiring waktu. Kalau punya passion dalam suatu bidang, sudah pasti kamu berminat. Tapi, kalau cuma sekadar suka, bukan berarti kamu punya passion di bidang itu https://sub4sub.net/forums/users/beasiswas1/.

    Eksplorasi minat akan sangat membingungkan kalau kamu nggak tahu harus mulai dari mana. Inilah 5 hal yang bisa kamu lakukan untuk mengeksplorasi minat dan menemukan passion-mu.

    Tetap membuka diri terhadap hal-hal baru. Ada banyaaak banget hal-hal di luar sana yang belum kamu ketahui Perguruan Tinggi Swasta. Nggak usah dicari ke ujung dunia, deh. Di sekitar kamu aja pasti ada komunitas unik, profesi yang nggak pernah kamu ketahui sebelumnya, atau bahkan keahlian khusus yang dimiliki oleh teman-temanmu.
    Memperluas pergaulan dan pertemanan. Kalau kamu sekedar tahu tentang sebuah kegiatan baru, mungkin kamu nggak akan terlalu tertarik buat nguliknya. Tetapi kalau kamu kenal sama orang-orang yang berkecimpung dalam kegiatan tersebut, pasti kamu bakal lebih tertarik untuk terlibat di dalamnya, karena kamu bisa melihat perkembangan kegiatan tersebut secara langsung.

    Ikuti rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu adalah pendorong utama kamu untuk terus menggali hal-hal yang sebenarnya kamu senangi dan membuat kamu nyaman saat melakukannya. Misalnya, kamu senang bertemu orang baru dan penasaran dengan bagaimana rasanya menjadi bagian dari tim humas di sebuah organisasi kampus. Ikuti terus aja rasa penasaran kamu, sampai kamu yakin banget bahwa hal yang berkaitan dengan public relation memang hal yang kamu senangi dan bikin kamu nyaman, dan bukan sekedar kegiatan yang kamu lakukan hanya karena ikut-ikutan temen.

    Pilah-pilih dan buat prioritas. Semakin banyak kamu memperluas wawasan dan pergaulan di perkuliahan, semakin banyak minat baru yang kamu temukan. Mungkin kamu berminat terhadap beberapa hal sekaligus, tapi jangan maruk juga, ya. Kamu harus pintar memilah mana aja yang benar-benar kamu senangi dan mana aja yang sekiranya cuma sebatas coba-coba.

    Berkomitmen untuk menjalaninya dalam jangka panjang. Ini dia, nih, saat terpenting yang membedakan antara minat dan passion—kamu butuh waktu dan komitmen yang kuat untuk membuktikan kesetiaanmu terhadap suatu hal. Setelah kamu mantap memutuskan mau menekuni apa, kamu harus yakin dulu bahwa kamu nyaman untuk mendalami hal tersebut, tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Seandainya kamu menemukan kegagalan dan semangatmu berkurang tiba-tiba di tengah jalan, ada kemungkinan hal tersebut bukanlah passion-mu.

    Tapi, jika kamu mampu menjalaninya tanpa keluhan, nggak berkecil hati ketika merasa stuck dan gagal, sering dikritik, dan semakin terpacu meskipun menemui banyak kendala, artinya kamu sudah menemukan passion-mu. Selamat!

    Setelah kamu mengerucutkan apa saja yang menjadi minatmu secara spesifik, ini bisa kamu jadikan sebagai poin utama dalam mempertimbangkan karier apa yang akan kamu pilih di masa depan. Mulai dari menentukan profesi yang paling relevan dengan latar belakang akademikmu, jenis pekerjaan dan job desc ideal, industri dan perusahaan yang menjadi preferensi, ritme dan budaya kerja yang mendukung performa, sampai penentu jenjang karier seperti apa yang ingin kamu targetkan sebagai bagian dari rencana jangka panjang https://republikseo.net/cara-berhenti-donasi-unicef/.

  • Receive Email Updates
    No, don't send me emails